Sunday, March 3, 2013

Computational Fluid Dynamics (CFD) : Aplikasi CFDSOF


 CFD ( Computational Fluid Dynamics) merupakan cabang dari mekanika fluida yang menggunakan metode numeric dan algoritma untuk menyelesaikan dan menganalisis masalah-masalah terkait aliran fluida. Komputer digunakan untuk menampilkan kalkulasi yang dibutuhkan untuk melakukan simulasi terkait interaksi dari cairan dan gas dengan lapisan batas yang didefinisikan sebagai kondisi batas (boundary conditions). 
Salah satu media untuk melakukan analisis CFD adalah dengan menggunakan software CFDSOF yang dikembangkan oleh Pak Ahmad Indra Siswantara yang merupakan Dosen di Departemen Teknik Mesin Universitas Indonesia. Berikut contoh penyelesaian kasus menggunakan CFDSOF.

Kasus :
Billboard dengan kondisi bluff body dikenai aliran udara statis dengan kecapata (v) = 5 m/s.
Tinggi papan = 2 m

lebar papan = 10 cm

Asumsikan tiangnya diabaikan.

Hitung Pressure Drag !

Semakin besar domain anda, semakin besar perhitungannya. Kita menentukan batas dengan cara jangan sampai batasan dekat dengan daerah olakan.

Perhatikan : vortex aliran di belakang papan akan lumayan panjang, maka domain dibelakan papan akan lebih panjang.

Domain : 20 m x 6 m

·         Berikut ini merupakan urutan pengerjaan menggunakan remote desktop CFDSOF :
   1. Membuka remote desktop : Start- accessories – communications – remote desktop connections.
    
   2. Log in ke remote desktop CFDSOF dengan mengisikan user name dan password yang telah diregistrasikan.

   3. Apabila log in sudah sukses, double klik ikon cfdsoft.exe yang ada di dekstop untuk menjalankan program. Maka akan muncul tampilan awal berikut ini :
   4. Alokasi memori diatur untuk menentukan jumlah maksimum yang bisa dibaca program.

   5. Atur model yang diinginkan. Jangan lupa untuk mengubah model ke “K-Epsilon”.

   6. Atur domain yang akan digunakan dalam simulasi. Dalam hal ini kita menentukan jumlah serta dimensi (panjang dan lebar) cell yang digunakan dalam percobaan.

   7. Atur cell yang akan digunakan dalam simulasi. Cell batas atas dan bawah “SYMMETRY”, cell batas kiri “INLET” , cell batas kanan “OUTLET”, dan cell yang merepresentasikan billboard “W-WALL”.

   8. Masukkan kondisi kecepata pada arah U sebesar 5 m/s di pengaturan kondisi sempadan (KS) untuk inlet.

   9. Lakukan iterasi untuk mendapatkan hasil yang diinginkan (konvergen) dan jalankan.

   10. Tampilan kontur dari kecepatan pada arah U.
 

   11. Tampilan kontur untuk tekanan (Relative Total Pressure).

   12. Tampilan vekor kcepatan pada arah U, dengan Step I =3 dan Step J = 3.
 

13. Tampilan vektor tekanan (Relatibe Total Pressure) dengan Step I =3 dan Step J = 3.


VISION OF LIFE : I'AM A DREAMER


Assalamu’alaykum. Wr. Wb.
Karena penulisan tentang VISI dan MISI kehidupan saya ini merupakan bagian dari do’a, maka mari kita mulai dengan menyebut nama Tuhan kita.
Bismillahirrahmanirrahim.

Setiap orang tentunya memiliki VISI yang jelas dalam kehidupannya. VISI atau apa yang ingin dicapai dalam kehidupan ini membuktikan bahwa seseorang memiliki motivasi yang jelas dan terarah dalam menjalani kehidupannya. Sehingga, semua energi dan semangat yang kita keluarkan tidak terbuang sia-sia, tetapi secara terintegrasi saling bersinergi untuk mecapai VISI kehidupan kita (concurrent life aspect). Orang yang tidak memiliki VISI kehidupan atau tidak tahu apa tujuan hidupnya, cenderung akan bingung dalam setiap tindakannya, sehingga justru mengarahkannya ke dalam kehampaan hidup (nothingness of life).  Salah satu cara paling sederhana untuk mencapai VISI hidup kita adalah dengan MENULISnya. Dengan menulis, paling tidak kita sudah memulai suatu langkah kecil dalam hidup untuk mencapai VISI luar biasa tersebut. Ketahuilah, kawan. Setiap langkah BESAR dimulai dari langkah-langkah KECIL !. Siapa yang menyangka pengamatan Newton terhadap apel yang jatuh dapat menelurkan Hukum Newton yang terkenal sepanjang masa tersebut ? Siapa juga yang menyangka hinaan orang terhadap kegilaan Einstein yang mengamati gerakan kereta api menjadi cikal bakal Hukum Relativitas yang mejadi penemuan terbesar abad ke-20 ?. Mereka memulai langkah besar mereka dari hal-hal yang sangat sederhana.  Biarlah orang mengatakan kita tidak waras atau bahkan menertawakan kita dengan mimpi-mimpi yang kita tulis. Janganlah takut bermimpi  dan jangan ragu untuk mewujudkan mimpi-mimpi tersebut.  Jika bemimpi saja tidak berani, bagaimana kita mau mencapai VISI tersebut ?. Allah Maha Melihat, Sobat. Dengan usaha dan kerja keras, Insya Allah, Dia akan mencukupkan semua usaha kita untuk mencapai impian-impian kita. Mari menulikan telinga kita dengan pesimisme semua orang terhadap diri kita. Dengan berangkat dari Bismillahirrahmanirrahim, luruskanlah niat kita untuk mencapai VISI kehidupan kita. Sampai jumpa di puncak kesuksesan !. Ya, Allah Maha Melihat, kawan. 
Fabiayyi Alaa Irobbikuma Tukadziban.

Oke, berikut VISI kehidupan saya :


“MENJADI MANUSIA MADANI YANG DAPAT MEMBAHAGIAKAN KELUARGA SERTA BERMANFAAT BAGI NEGARA, BANGSA DAN AGAMA”


Terdengar sederhana ?. Ya, memang hanya kalimat yang sederhana. Namun, Anda tidak pernah tahu apa yang ada dipikaran saya untuk mencapai VISI tersebut. Kompleksitas dan beratnya kerja keras, serta iringan do’a terdapat di setiap usaha dalam mencapai visi sederhana tersebut. Selama Allah S.W.T ada bersama saya, tidak ada alasan bagi saya untuk takut dan ragu dalam setiap usaha serta jalan yang saya tempuh !. Untuk mencapai VISI kehidupan saya tersebut, biarkanlah kaki saya melangkah lebih jauh dari biasanya, tangan saya berbuat lebih banyak dalam setiap usaha, mata saya menatap lebih lama dari biasanya, pundak yang lebih sering menahan beban, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja dan hati yang akan bekerja lebih keras dalam setiap detiknya. Serta yang paling penting, mulut yang selalu malantunkan do’a. Paling tidak, saya ingin dikenang sebagai seorang yang masih punya mimpi dan keyakinan, bukan hanya seonggok daging yang hanya punya nama.

Untuk mencapai VISI saya tersebut, maka saya menjabatkannya (break down) ke dalam misi-misi berikut :

   ·         Jangka Panjang

   1.      Mendirikan ‘MULIA GROUP”.
Mulia Group merupakan kumpulan perusahaan-perusahaan yang bergerak di beberapa bidang, seperti alat-alat mekanikal, kontraktor dan perkebunan kelapa sawit. Dengan misi pertama ini, saya ingin membuka lapangan kerja bagi rakyat Indonesia terutama di daerah Kalimantan. Saya juga ingin menjadi inspirasi bagi berkembangnya perusahaan-perusahaan kecil lainnya untuk mencapai kemandirian ekonomi di Indonesia. Perkebunan kelapa sawit akan menjadi penggerak utama dari Mulia Group. Perkebunan kelapa sawit yang saya dirikan akan terintegrasi, tidak hanya untuk dipanen, tapi juga untuk menyuplai listrik yang murah kepada rumah-rumah di desa sekita dengan konsep Fluidized-bed menggunakan ampas (tandan kosong) kelapa sawit.
                                                                                                    
   2.      Mendirikan “AS Foundation”
AS Foundation merupakan kepanjangan dari “Andira Siregar Foundaion”. Melalui yayasan ini, saya ingin berkontribusi bagi pendidikan anak-anak yang tidak mampu agar terus meneruskan sekolah dengan memberikan beasiswa. Selain bagi orang-orang tidak mampu, saya ingin yayasan tersebut dapat berkontribusi secara nyata untuk pemuliaan lingkungan.

   3.      Menjadi Menteri BUMN
Hal ini berangkat dari keprihatinan saya terhadap KKN yang begitu mendarah daging di BUMN. Sebagai kontribusi nyata untuk negeri, saya merasa jalan ini dapat menjadi usaha terbaik untuk memperbaiki apa yang saya rasa salah dalam sistem pemerintahan negeri ini, terutama di bidang yang saya sukai, yaitu BUMN.  Karena satu-satunya cara untuk mengubah suatu sistem adalah dengan masuk ke dalam sistem tersebut. Memang tidak mudah, tapi kita tidak pernah tahu jika tidak mencoba. Semoga  Allah selalu menajaga hati dan pikiran saya dalam setiap amanah yang saya dapat.

   ·         Jangka Menengah

   1.      Membangun Keluarga dalam Naungan Islam
“Di balik sosok pria hebat, terdapat sosok wanita yang kuat”. Saya selalu percaya dalam kalimat itu. Suksesnya seorang pria tidak lepas dari kontribusi isterinya dan tentunya keluarga secara umum. Oleh karena itu, saya bermimpi untuk mendapatkan sosok isteri yang solehah (Aamiin Ya Rabb). Sesosok isteri solehah yang dapat menjadi sahabat, teman berpikir, sumber motivasi, pengingat saya dalam setiap kekhilafan, ibu yang baik bagi anak-anak saya dan tentunya pasangan hidup abadi yang dapat menemani saya mencapai kebahagiaan dunia-akhirat. Allah telah menjanjikan bahwa manusia diciptakan berpasang-pasangan, dan saya percaya Allah telah mempersiapkan pasangan yang terbaik bagi saya.

   2.      Mengambil sekolah jenjang Doktoral di bidang Teknik dan Master di bidang Ekonomi/Sosial
Tidak ada batasan dalam menuntut ilmu, tuntut lah ilmu sampai liang lahat ! Ya, saya ingin menyelesaikan studi saya sampai jenjang Doktoral untuk meningkatkan kualitas ilmu Teknik yang saya miliki. Selain itu, saya juga suka dalam mempelajari bidang lain. Oleh karena itu, saya ingin juga menambah ilmu yang saya miliki di bidang ekonomi/sosial dengan mengambil jenjang Master. Semoga ilmu saya miliki nantinya dapat bermanfaat bagi orang banyak. Aamiin.

   3.      Menulis Buku
Ikatlah ilmu dengan menulisnya !. Saya ingin menuangkan pikiran saya dalam bentuk buku, saya belum tahu jenis buku seperti apa yang saya kan buat. Tapi, paling tidak saya ingin berkontribusi dengan menulis buku yang bermanfaat bagi umat manusia, khususnya rakyat Indonesia. Karena ilmu yang bermanfaat merupakan salah satu dari tiga amalan yang tidak akan pernah berhenti, walupun ketika maut menjemput kita.

   ·         Jangka Pendek

   1.      Menyelesaikan Studi Master S2 Teknik Mesin dengan Usaha Terbaik
   2.      Mendapatkan Kerja di Perusahaan Perminyakan
   3.      Membiayai Umroh Saya bersama Orang Tua

Dalam setiap misi yang saya buat, saya memiliki parameter keberhasilan masing-masing yang saya buat di dalam “BUKU IMPIAN” saya. Keikhlasan dan kesabaran dalam setiap langkahnya merupakan kunci penting dalam mencapai VISI tersebut. Saya mohon do’a dari setiap pembaca agar dilancarkan segala usaha-usaha untuk mencapai VISI dan MISI kehidupan saya tersebut. Aamiin Ya Rabb.

Bismillahirrahmanirrahim.


Tuesday, January 29, 2013

Ketika Korupsi (Telah) Menjadi Identitas Bangsa


 Para atlet-atlet terbaik Indonesia dari berbagai cabang tengah berlatih keras dan melakukan berbagai uji coba di luar negeri. Sementara itu intensitas pembangunan di Indonesia meningkat yang terkonsentrasi di Palembang dan memakan dana dalam jumlah besar yang membuat pemerintah negeri ini harus memutar otak mencari sumber-sumber dana lain. Ada apa gerangan ? Apakah sedang terjadi program pemerataan pembangunan di Indonesia ? Apakah atlet-atlet terbaik bangsa tengah melakukan rutinitas mereka dengan mengikuti berbagai kompetisi ?. Bukan kawan, negeri ini sedang bersiap untuk melaksanakan hajatan akbar, sebuah pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara. Ya, SEA Games ke-26 akan di selenggarakan di bumi pertiwi ini.
Namun, belum lagi para atlet memeras keringat mereka di pertandingan yang sesungguhnya, belum lagi atlet-atlet terbaik se-Asia Tenggara menunjukkan pesona mereka, bahkan belum lagi fasilitas yang ada selesai di bangun, sudah terjadi suatu permasalahan panas di negeri ini. Sebuah masalah yang menyita perhatian seantero negeri. Suatu masalah mental yang seakan telah mendarah daging di negeri ini, KORUPSI. Korupsi adalah suatu penyakit mental yang dari luar terlihat berdampak buruk bagi negara ini. Memang, korupsi menyebabkan dirampasnya hak-hak dari rakyat Indonesia oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Namun, jika kita telusuri lebih lanjut lagi, korupsi pada dasarnya menyebabkan efek domino yang merugikan si pelaku juga. Korupsi dari segi agama jelas merupakan suatu dosa besar bagi pelakunya. Korupsi ibarat narkoba yang menyebabkan ketagihan bagi pelaku sehingga menimbulkan kecenderungan untuk melakukannya lagi, tetapi memiliki efek jangka panjang yang sangat buruk. Okelah, “manis”-nya korupsi terasa nikmat bagi si pelaku pada awalnya namun akan menyebabkan kehancuran bagi si pelaku pada akhirnya. Pepatah mengatakan “sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga”, hal ini berlaku juga untuk tindak pidana korupsi. Tuhan Maha Adil, kawan. Pada akhirnya tindak korupsi yang dilakukan akan terbongkar juga, hal ini menyebabkan hancurnya karir si pelaku, dikucilkan dari masyarakat, bahkan juga menyebabkan keluarga menjadi menderita.
Bayangkan, betapa tega si pelaku korupsi mencuri uang negara di saat para atlet sedang bertumpah keringat berlatih tanpa lelah untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa. Bumi Pertiwi yang sedang merajut kembali mimpi untuk meraih predikat juara umum SEA Games setelah gelar sebagai raja Asia Tenggara itu jatuh ke negeri tetangga selama bertahun-tahun harus terpecah konsentrasinya akibat korupsi. Tragis. Momen membanggakan seperti itu harus diwarnai oleh tidakan yang memalukan.
Bagaimana pun juga Indonesia harus bijak dalam menghadapi permasalahan korupsi seperti ini. Tetapi bijak saja tidak cukup, ketegasan dalam menerapkan peraturan mutlak diperlukan untuk menghadapi permasalahan korupsi seperti ini. Kondisi Indonesia yang berlumur kotoran korupsi ini membawa saya ke nostalgia kejayaan beberapa bangsa pada masa lampau. Amerika dulu berjaya karena revolusi teknologinya, setelah itu Eropa menguasai dunia dengan revolusi industrinya yang dimulai dari Inggris. Sekarang Asia, khususnya Indonesia dapat menjadi penguasa dunia dengan revolusi mental manusia. Bobroknya mental para pemangku kepentingan di negeri ini merupakan penyebab utama tindak pidana korupsi. Ketidakmampuan menahan nafsu akan gelimang uang seakan membutakan hati si pelaku korupsi. Mereka tidak lagi memikirkan bahwa terdapat hak-hak rakyat Indonesia di uang yang mereka korupsi. Bagaimana pun juga semua berawal dari manusia Indonesia sendiri. Peraturan yang ada sudah bagus, nilai luhur dari Pancasila adalah suatu konsep mental yang hebat apabila kita menerapkannya dengan baik. Permasalahnya sekarang adalah peraturan sepertu ada untuk dilanggar. Para pelaku korupsi tidak peduli lagi dengan hukuman yang ada karena mereka berpikir bahwa dengan uang yang mereka miliki mereka dapat “membeli” hukum.
Menciptakan Indonesia tanpa korupsi bukanlah hal yang mustahil. Jika memang kita berniat untuk mewujudkannya, sudah seharusnya wacana penghapusan remisi untuk para pelaku korupsi dilaksanakan. Memang akan timbul pro dan kontra dengan penghapusan remisi tersebut. Tapi pro dan kontra memang merupakan hasil sampingan dari suatu produk hukum. Jika tidak sekarang, kapan lagi. Demi terciptanya Indonesia tanpa korupsi, langkah signifikan tersebut harus diambil. Semoga kedepannya mimpi kita untuk melihat Indonesia bebas dari korupsi dapat terwujud. Indonesia bisa lawan korupsi !