Sunday, March 3, 2013

Pengaruh Rasio Equivalen Terhadap Adiabatic Flame Combustion


Dalam kondisi ketidakberadaan interaksi kerja dan berbagai perubahan energi kinetik ataupun energi potensial, energi kimia yang dilepaskan selama proses pembakaran semuanya hilang sebagai panas ke lingkungan atau digunakan secara internal untunk meningkatkan temperature dari produk pembakaran. Semakin kecil panas yang hilang, semakin besar temperature meningkat. Dalam suatu kasus khusus saat tidak ada panas yang hilang ke lingkungan (Q = 0), temperature dari produk mencapai kondisi maksimum. Kondisi inilah yang disebut adiabatic flame atau adiabatic combustion temperature dari reaksi (Gambar 1).

 
Gambar 1. Temperatur pada suatu ruang bakar menjadi maksimum ketika pembakaran selesai dan tidak ada panas yang lepas ke lingkungan (Q = 0).


Berikut ini pengaruh rasio ekuivalen terhadap adiabatic flame combustion dengan bahan bakar methane (CH4) dengan rasio molar nitrogen/oksigen sebesar 3,76. Variasi rasio ekuivalen antara 0,5 – 1,5. Kondisi pengaturan dari perhitungan adiabatic flame temperature ditunjukkan pada gambar 2.

 
Gambar 2. Kondisi perhitungan adiabatic flame temperature (sumber : http://elearning.cerfacs.fr/combustion/tools/adiabaticflametemperature/index.php)

  
Grafik hasil perhitungan pada web http://elearning.cerfacs.fr ditunjukkan oleh gambar 3.

 
Gambar 3. Grafik hubungan antara variasi rasio ekuivalen terhadap adiabatic flame temperature


Dari grafik pada gambar 3 diatas dapat terlihat bahwa titik ekstrim pengaruh rasio ekuivalen ( ø ) terhadap terjadi pada campuran reaksi stoikiometri (ø = 1). Hal ini terjadi karena pada reaksi stoikiometri terjadi pembakaran sempurna, sehingga hasil pembakaran hanya CO2, H2O dan N2. Selain itu reaksi pembakaran stoikiometri menyebabkan nilai maksimum adiabatic flame temperature karena sejumlah oxidizer berada pada jumlah yang pas/cukup untuk dengan sempurna membakar sejumlah bahan bakar (dalam hal ini CH4). Reaksi pembakaran sempurna dari metana pada kondisi udara atmosfer adalah sebagai berikit :

CH4 + 2 (02 + 3,76 N2) CO2 + 2 H2O + 7,52 N2

Sedangkan pada ø < 1, terjadi kekurangan bahan bakar (lean mixture) sehingga pada hasil akhir akan terdapat juga excess air. Sementara pada reaksi pembakaran ø > 1, terjadi kondisi rich mixture yang ditandai dengan kehadiran produk pembakaran berupa CO dan H2. Hal ini mengakibatkan variabel yang tidak diketahui lebih banyak daripada persamaan yang ada.





Program Beasiswa Unggulan Fast Track S2 FTUI


Buat temen-temen Teknik Universitas Indonesia yang tertarik untuk mengikuti program Fast Track, berikut sedikit info yang dapat membantu persiapan untuk pengajuan beasiswa :

Program Fast Track adalah program integrasi S1 dan S2 dengan total durasi 5 tahun.
Syarat:
 1.  Mahasiswa S1 FTUI Angkatan 2009
 2.  IPK min. 3.00
 3.  Nilai Institutional TOEFL / EPT minimal 475 (dapat menggunakan nilai EPT sebagai  mahasiswa baru).
 4.  Memiliki motivasi yang tinggi untuk melakukan riset.
 5.  Mengisi formulir pendaftaran (dapat diperoleh di sekretariat Departemen masing- masing) atau dapat diunduh melalui link terkait.

Beasiswa Fast Track merupakan beasiswa dari BPKLN Kemdikbud. Beasiswa mencakup : SPP S1 (2 semester), SPP S2 (2 semester) dan UP S2. Beasiswa ini diikuti kewajiban mempublikasikan hasil penelitian dan berkiprah di SMA, lingkungan, organisasi kemasyarakatan, dll yang secara bebas bisa didefinisikan oleh mahasiswa sendiri. Kiprah ini diminta setara 4 jam per-minggu yang mencakup perumusan kegiatan, perencanaan, proses administratif dll yang pelaksanaannya diatur sesuai ketersediaan waktu mahasiswa. Prinsipnya, kiprah ini merupakan  wujud kontribusi mahasiswa Fast Track untuk lingkungan sekitar.

Untuk lebih jelasnya, dapat klik link berikut :
http://www.eng.ui.ac.id/ft/joint/28.xhtml